Sakit Kanker Bukanlah Vonis Mati!

Apa Yang Harus Anda Lakukan Setelah Terdiagnosa Penyakit Kanker?
03/08/2017
Sakit-KankerSakit Kanker BUKANLAH vonis mati!  Itu hal pertama dan terutama yang harus diingat dan dicatat oleh semua pasien kanker.
Sel-sel kanker selalu ada di semua orang – bukan hanya pada orang-orang yang sudah “resmi” terdiagnosa kanker, namun juga dimiliki oleh orang-orang “sehat”.
Dalam jumlah sedikit, sel-sel kanker bisa dengan mudah dibasmi oleh sistem imun (sistem kekebalan tubuh) manusia, antara lain oleh sel-sel darah putih dan sistem limfa.  Dan dalam jumlah sedikit pula, kanker umumnya tidak terdeteksi.  Kita baru bisa mengetahui kalau kita sudah terjangkit kanker ketika jumlah sel-sel kanker ini sudah jutaan bahkan milyaran, dan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk bisa membentuk jaringan yang kita kenal dengan sebutan tumor (jadi tumor adalah kumpulan sel-sel kanker yang menjadi satu dan membentuk jaringan).  Secara fisik, jaringan tumor akan berbentuk/terasa sebagai benjolan (lump).
Sel-sel kanker adalah sel-sel tubuh kita sendiri yang “memberontak”, bersikap dan bertindak-tanduk abnormal.  Sel tubuh yang normal memiliki waktu/umur, dan jika umurnya sudah tercapai maka sel tersebut akan mati.  Sel kanker adalah sel tubuh kita yang “menolak mati”.  Agar supaya sel kanker tersebut bisa terus hidup, maka dia perlu mendapatkan nutrisi (utamanya gula atau glukosa) dan lingkungan anaerob (lingkungan tanpa oksigen, atau secara kimia dikenal sebagai lingkungan asam).
Dari sini saja kita sudah mengetahui sedikitnya 2 kelemahan sel kanker: (1) jangan dikasih makan gula maka dia akan mati, dan (2) ubah lingkungannya dari tingkat keasaman tinggi (asam – acidic) ke tingkat keasaman rendah (basa – alkaline).
Seperti yang sudah disebutkan tadi diatas, sebenarnya sistem kekebalan tubuh kita sanggup untuk menghancurkan sel-sel kanker jika dalam kondisi optimal.  Namun mengapa seseorang bisa terkena kanker?
Alasannya sbb:
1.  Stress dan depresi.  Tingkat emosional amat sangat berkaitan dengan kondisi kesehatan seseorang.  Ini sudah dibuktikan berkali-kali melalui berbagai hasil riset.  Tingkat stress yang tinggi akan menurunkan kinerja sistem kekebalan tubuh, dan hasilnya tubuh kita bisa mengalami berbagai masalah kesehatan (karena tidak ada/kurangnya sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit2).  Respon kekebalan tubuh yang pertama dan utama adalah DEMAM.  Jadi ketika seseorang mengalami demam, itu pertanda bahwa sistem kekebalan tubuhnya masih baik dan bekerja.  Begitu juga dengan olahraga yang berkeringat.  Suhu tubuh yang meningkat (karena olahraga) itu sama seperti demam tadi.  Dan lingkungan tubuh yang hangat seperti ini adalah kondisi terbaik bagi sistem kekebalan tubuh kita untuk melawan penyakit apapun (termasuk kanker).  Riset menunjukkan bahwa ketika seseorang dalam kondisi stress tinggi, maka sel-sel tubuh nya akan “menutup”.  Obat maupun nutrisi tidak bisa memasuki sel-sel tubuh kita ketika kita sedang dalam kondisi stress.  Inilah salah satu sebab utama mengapa ketika seseorang sedang menjalani pengobatan (utama nya sakit kanker) sepertinya obat/nutrisi yang dimasukkan seakan tidak ada efek nya.  Jadi bagi Anda pasien kanker pada khusus nya, belajar untuk turunkan dan kendalikan tingkat stress Anda agar bisa sembuh.
2.  Karsinogen dan zat-zat toksin lainnya.  Dunia kita kini dipenuhi dengan berbagai macam toksin (zat racun) dan karsinogen (zat radikal bebas penyebab kanker).  Utamanya, jika suatu zat memiliki sifat radikal bebas, maka zat tersebut adalah racun bagi tubuh kita dan bisa menyebabkan kanker (bersifat karsinogen).  Tubuh kita sebenarnya diperlengkapi untuk bisa membuang zat-zat racun ini dalam jumlah besar setiap harinya.  Namun jika yang diasup (yg masuk ke dalam tubuh) lebih besar dari yang keluar, maka lama kelamaan zat-zat racun ini akan menumpuk dalam tubuh.  Umumnya pasien-pasien kanker mengalami konstipasi, yakni suatu kondisi dimana tubuh mengalami “macet” ketika harus “buang sampah”.  Maksud saya, tidak teratur BAB (Buang Air Besar) atau BAK (Buang Air Kecil), sulit berkeringat, dan lain-lain.  Sel-sel tubuh jika diberikan nutrisi sehat maka tentu akan akan bertumbuh sehat dan normal, namun jika terus menerus diberi nutrisi racun seperti ini, tentu lama kelamaan akan “rusak”.  Rusak disini bukan dalam arti menjadi hancur/mati, rusak disini dalam arti sifatnya yg normal tadi jadi berubah abnormal.  Nah tadi diatas sudah dijelaskan bahwa sel yang abnormal seperti apa (yakni sel kanker).  Disini sistem kekebalan tubuh kita mulai kewalahan, karena menghadapi tiga lawan sekaligus: (a) dia harus membuang racun (b) dia harus melawan kuman penyakit yang setiap hari menyerang, dan (c) dia harus memberantas sel-sel yang mulai menjadi sel kanker.
Nah, bisa dibayangkan betapa kewalahannya sistem kekebalan tubuh kita jika ditambah dengan stress diatas?
Jadi setelah sekian waktu (berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun), jumlah sel-sel yang menjadi sel-sel kanker makin banyak, dan pada akhirnya bergabung menjadi satu – menjadi tumor.
Strategi melawan kanker adalah sbb:
1.  Seperti yang sudah bisa kita simpulkan diatas, maka hal pertama dan terutama yang harus kita lakukan pertama kali adalah kurangi (atau bahkan hilangkan sama sekali) penyebab kanker, yakni stress dan zat2 karsinogen.  Hiduplah dengan tenang dan bahagia, mendekatlah kepada Tuhan, lakukan olahraga dan latihan seperti Yoga/Pilates/Aerobic dll untuk memanage tingkat stress kita.  Lalu berhenti lah untuk mengkonsumsi apapun dan semua hal yang bersifat karsinogen, antara lain semua makanan yang digoreng (lemak trans adalah penyebab kanker tertinggi dan terbanyak), makanan/minuman dari microwave, minuman bersoda (termasuk soda diet), semua jenis gula buatan (aspartame dll), zat2 pengawet, fluoride dan chloride, BPA (bahan plastik) dan masih banyak lagi.
2.  Perkuat sistem imun kita.  Sistem imun/kekebalan tubuh kita ibaratnya tentara.  Tentara dengan jumlah sedikit akan berbeda dengan yang berjumlah banyak, begitu juga tentara yang hanya bersenjatakan pisau dengan yang diperlengkapi senapan mesin.  Bagaimana caranya kita meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita?  Konsumsi lah buah2an dan sayur2an hijau setiap hari.  Jika harus dimasak, direbus atau dikukus saja – jangan digoreng (tadi diatas sudah dijelaskan kalau digoreng dengan minyak, minyak nya menjadi lemak trans penyebab kanker kan?)
3.  Tingkatkan konsumsi zat-zat antioksidan.  Zat penyebab kanker (karsinogen) adalah zat radikal bebas…lawannya adalah zat antioksidan.  Jadi dengan mengkonsumsi zat-zat antioksidan maka zat-zat karsinogen yang ada dalam tubuh akan dinetralkan (inert).
Dengan melakukan langkah 2 diatas, maka secara tidak langsung kita juga melakukan langkah 3 ini.
4.  Cegah sel kanker/tumor untuk menyebar (metastasis) ke organ tubuh yang lain.  Sistem kekebalan tubuh dan sistem limfa yang baik adalah benteng yang terus menerus menahan perkembangan sel-sel kanker agar tidak ber-metastasis ke organ tubuh yang lain.  Jadi selain harus kita perkuat kedua sistem tersebut, konsumsi juga mineral silika (silicone), copper (tembaga), vitamin C dan sulphur (MSM) untuk terus membentuk lapisan collagen yang memisahkan/membatasi antara satu organ tubuh dengan organ tubuh yang lain.
Beberapa kelemahan sel kanker lainnya:
1.  Vitamin B17 atau laetrile (amygdalin) yang terdapat dalam jumlah banyak pada biji aprikot.  Vitamin B17 ini jika masuk ke inti sel kanker, akan mengubah sel kanker menjadi sel normal yang pada akhirnya akan mati.
2.  Selenium.  Mineral ini adalah yang terpenting dalam perjuangan kita melawan kanker.  Selenium oleh liver dibutuhkan untuk memproduksi glutathione peroxide, yakni antioksidan alami utama tubuh.  Jadi konsumsi lah selenium dalam dosis tinggi (1000mcg perhari atau setara dengan 6-8 biji kacang Brazil).
3.  Vitamin C dosis tinggi, dalam bentuk infus (IntraVenous) atau dalam bentuk liposomal (liposome).  Untuk pasien kanker, harus konsumsi vitamin C antara 15 g hingga 100 g per hari nya (ya betul, anda tidak salah baca, 15g-100g per hari).  Dalam bentuk infus, 100cc vitamin C itu setara dengan kurang lebih 10g vitamin C.  Dalam bentuk liposomal, 1 sachet isi 1000mg (1000mg = 1g) itu setara dengan 6-8 kali lipat dengan vitamin C infus.  Jadi silahkan hitung sendiri ya…kalau tidak mau susah-susah, ikuti saja dosis berikut untuk liposomal Vitamin C nya bagi penderita kanker: 4 sachet 2 atau 3 kali sehari.  Jika kita mengalami sakit perut/diare ketika mengkonsumsi vitamin c dosis tinggi, itu bukan karena vitamin c nya palsu atau keracunan vitamin c.  Itu karena sistem kekebalan tubuh yang “ngebut” dalam membuang racun.  Makin banyak vitamin C = makin ngebut dan makin banyak racun pada tubuh yang dibuang = makin kuat rasa sakit perut/diare nya.
4.  Curcumin/turmeric, alias temulawak/kunyit.  Kedua jenis obat tradisional ini sudah diteliti ratusan kali dan sudah dinyatakan sangat ampuh dalam melawan kanker.  Tidak ada dosis yang pasti, namun disarankan untuk minum 2-3 kali sehari, setiap kali minum sebanyak 1 sendok teh (jika dalam bentuk bubuk).  Karena bersifat herbal, obat tradisional ini tidak memiliki efek samping apapun.
5.  Jamur2an seperti Ling Zhi, Cordyceps, Maitake, Shiitake dan lain-lain kesemuanya memiliki sifat anti kanker yang kuat.  Jika diminum bersamaan dengan kemoterapi, maka jamur2 ini akan mengurangi efek samping dari kemoterapi secara signifikan (jadi muntah2nya berkurang, rontok rambut berkurang dll).
6.  Daun dan buah kaktus.  Ini juga memiliki sifat kanker yg sangat kuat.
Dan masih banyak lagi (minyak frankincense alias minyak kemenyan, tanaman keladi tikus, bawang putih, goji berry alias kiche, semua berry-berry yakni stroberi-blueberry-cranberry dll, baking soda dan lain-lain).
Pada artikel-artikel saya selanjutnya, akan saya bahas berbagai “protokol” pengobatan kanker secara spesifik.
Jadi masih berpikir Sakit Kanker sebagai vonis mati?  Harap pertimbangkan lagi.  Semakin anda berpikir dan berkeyakinan kalau anda akan segera mati dan tidak punya harapan, maka memang demikianlah yang akan terjadi.  Sebaliknya, jika anda berkeyakinan bahwa kanker anda akan hilang dan sembuh, maka kanker anda akan benar-benar hilang dan sembuh!
Operasi, kemoterapi, dan radiasi bukanlah jawabannya.  Mengapa demikian, akan saya bahas pada artikel yang lain.  Sepanjang Anda masih mengalami stress, dan masih terus mengkonsumsi zat-zat karsinogen, maka kanker anda akan tetap ada dan bisa kembali lagi.  Sebaliknya, jika hati anda gembira, stress anda dikendalikan, pola makan anda sehat – dijamin 1000% bukan hanya kanker anda akan hilang namun anda juga akan jauh lebih sehat – bahkan lebih sehat sebelum anda terkena kanker! Dan percayalah, Sakit Kanker BUKANLAH vonis mati!

Postingan Terkait

Suka dengan postingan ini? Share ke teman-teman Anda!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar/Pertanyaan Saya:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!