Penyebab dan Cara Menyembuhkan Sakit Diabetes

12 Makanan Berbahaya yang Harus Anda Hindari
12 Makanan Berbahaya yang Harus Anda Hindari
14/05/2017
Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Manfaat dan Kegunaan Kalsium
Semua Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Manfaat dan Kegunaan Kalsium
17/05/2017

Apakah Anda adalah seorang penderita sakit diabetes dan ingin tahu apa Penyebab dan Cara Menyembuhkan Sakit Diabetes?  Jika ya, maka Anda harus menyimak baik-baik artikel ini.  Penjelasannya agak panjang, namun jika Anda benar-benar mau sembuh dari sakit diabetes, artikel ini harus Anda simak betul-betul.

Diabetes Mellitus

Diabetes mellitus atau sakit kencing manis/sakit gula darah tinggi, adalah suatu kondisi dimana tubuh kita tidak lagi mampu untuk memproses gula yang masuk ke dalam tubuh.

Pada dasarnya tubuh kita akan memproses 3 jenis nutrisi besar (ketika kita makan) untuk diubah menjadi energi, yakni Karbohidrat, Lemak dan Protein.

Secara sederhana, nutrisi-nutrisi tersebut akan diubah menjadi glikogen dan glukosa.  Glikogen adalah gula/energi siap pakai, glukosa adalah gula/energi yang akan menggantikan glikogen jika sudah habis terpakai.  Kesemua gula yang tidak terpakai/berlebih akan disimpan oleh tubuh sebagai cadangan energi, yakni dalam bentuk lemak.

Proses pengubahan dari makanan menjadi gula tersebut dilakukan oleh sebuah hormon yang dihasilkan oleh organ pankreas, yakni insulin.  Insulin ini lah yang akan “memerintahkan” sel-sel dalam tubuh kita apakah akan segera menggunakan energi (yakni glikogen), memproduksi energi siap pakai yakni glukosa, atau menyimpan setiap kelebihan gula tersebut dan mengubahnya menjadi lemak.  Ketika proses ini terganggu yakni kelebihan gula yang ada tidak lagi terserap oleh tubuh atau tidak lagi di metabolisme oleh tubuh, maka gula-gula ini akan terus berada dalam darah.  Kondisi inilah yang disebut sebagai diabetes, yakni kadar gula yang amat tinggi dalam darah.

Ketika darah di filter oleh ginjal dan kita buang air kecil, maka urine yang dikeluarkan cenderung mengandung kadar gula yang tinggi atau punya rasa manis – oleh sebab itu sakit diabetes seringkali disebut juga sebagai sakit kencing manis.

Ditinjau dari apakah organ pankreas yang menghasilkan insulin ini sehat atau tidak (mampu menghasilkan insulin atau tidak), maka sakit diabetes akan dibagi menjadi 2 jenis yakni:

diabetes type I, adalah penderita sakit diabetes yang organ pankreas nya sudah gagal/rusak

dan

diabetes type II, adalah penderita sakit diabetes yang organ pankreas nya masih berfungsi, namun hormon insulin nya mengalami gangguan

INSULIN dan Proses Metabolisme

Kunci dari penyembuhan sakit diabetes terletak dari seberapa jauh kita memahami tentang hormon insulin dan bagaimana peranan nya dalam proses metabolisme energi.

Penjelasan diatas adalah penjelasan yang disederhanakan sebenarnya, agar supaya pembaca awam bisa memahami.  Kejadian yang sebenarnya melibatkan banyak sekali proses-proses kimia biologi yang rumit – yang dalam hemat saya tidak terlalu penting dalam upaya penyembuhan sakit diabetes ini.  Namun saya akan tetap memberikan gambaran singkat dibawah ini agar kita bisa lebih jelas lagi memahami peranan insulin dan sakit diabetes: (terus simak Penyebab dan Cara Menyembuhkan Sakit Diabetes ya, jika Anda benar-benar ingin sembuh dari sakit diabetes yang Anda derita!)

Secara singkat dan sederhana, setiap sel dalam tubuh kita terlibat dalam proses metabolisme energi.  Sel-sel tubuh kita memerlukan gula sebagai sumber energi nya.  Ketika suatu sel mau beraktivitas, maka sel tersebut akan memasukkan gula ke dalam inti sel nya dan lalu “membakar” nya.  Proses ini disebut sebagai proses metabolisme.

Hormon Insulin adalah hormon yang bertanggung jawab dalam memerintahkan sel-sel tubuh untuk melakukan proses metabolisme ini.

Dalam kondisi normal, ketika sel tubuh diperintahkan oleh insulin untuk memasukkan gula ke dalam inti sel nya dan lalu membakarnya (mengubahnya menjadi energi), hal ini akan terjadi secara alami dan tanpa gangguan.

Namun untuk penderita diabetes (terutama sekali untuk diabetes type II), ketika insulin memerintahkan untuk melakukan proses metabolisme ini – sel tubuh seakan “ngambek” atau “ngadat”.  Sel tubuh tidak mau memasukkan gula ke dalam inti sel nya, dan karena tidak ada gula yang dimasukkan ke dalam inti sel maka tidak ada proses pembakaran gula menjadi energi juga.  Dan jika sel-sel tubuh tidak menghasilkan energi… tentu bisa Anda tebak seperti apa rasanya kan?

Salah satu ciri khas yang dialami oleh seorang penderita diabetes adalah merasa mengantuk atau pusing sekitar setengah jam atau satu jam setelah makan.  Bukan hanya itu saja, umumnya penderita diabetes akan:

  • Mudah mengantuk/lelah
  • Mengantuk/lelah hampir sepanjang hari
  • Ingin tidur terus menerus
  • Cepat lapar (lapar 2-3 jam sekali)
  • Ingin selalu makan, terutama makanan-makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, roti, bakmi, dan sejenisnya

Jika Anda bukanlah seorang penderita diabetes namun mengalami salah satu atau beberapa gejala diatas – waspadalah, ada kemungkinan sebenarnya Anda adalah seorang pasien diabetes!

Hal ini disebabkan oleh karena sel-sel tubuh yang tidak berenergi tadi.  Sel tubuh yang “kosong” dan tidak berenergi akan dirasakan oleh tubuh kita sebagai lemas/lelah/mengantuk.  Tubuh kita yang merasa tidak berenergi ini akan memerintahkan otak kita untuk “cari makanan lagi, cari energi lagi, tubuh butuh energi nih” dalam bentuk rasa lapar!

Resistensi Insulin (Insulin Resistance)

Sel-sel tubuh yang mulai “ngadat” dan menolak insulin ini dikenal sebagai kondisi resistensi insulin (insulin resistance), yakni “perintah” insulin tidak lagi diterima oleh sel-sel tubuh.  Resistensi insulin ini kadang dikenal juga sebagai insulin sensitivity atau sel tubuh yang tidak lagi peka terhadap insulin (seakan “budeg” atau tidak lagi mau mendengarkan perintah insulin).

Akibatnya, lama kelamaan gula-gula yang telah diproduksi dalam proses pencernaan tadi akan menumpuk dalam darah.  Insulin yang menyadari akan hal ini, tentu tidak akan membiarkan.

Diabetes dan Kegemukan (Obesitas)

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, setiap kelebihan gula akan diubah oleh insulin menjadi cadangan energi yakni lemak.  Jadi semua gula yang tersisa dalam darah (gula darah) – oleh karena tidak di metabolisme oleh sel tubuh yang sedang “ngadat tadi” – akan diubah oleh insulin menjadi lemak.

Awalnya lemak akan disimpan disekitar organ liver/hati terlebih dahulu.  Jika liver/hati sudah penuh dan tidak lagi bisa menyimpan lemak, insulin akan mengantarkan lemak untuk disimpan dalam berbagai organ tubuh yang lain seperti perut, paha, lengan, permukaan kulit dan lain sebagainya.  Inilah sebabnya mengapa penderita sakit diabetes erat kaitannya dengan obesitas/kegemukan.

Siklus Lingkaran Setan

Berikut proses langkah demi langkah yang dialami oleh seorang pasien sakit diabetes (yang sayangnya, bagai Lingkaran Setan yang tiada putus-putusnya):

Anda lapar, lalu makan.  Makan yang lumayan banyak juga.

Makanan yang masuk diubah jadi gula.

Kadar gula dalam tubuh/darah meningkat, untuk sesaat Anda merasa segar dan berenergi.

Kadar gula yang tinggi dalam darah terdeteksi, pankreas mulai mengeluarkan insulin untuk memproses gula-gula tersebut.  Kadar insulin dalam tubuh/darah pun meningkat.

Insulin memerintahkan sel tubuh untuk memproses gula namun ditolak.  Sel-sel tubuh “macet” oleh karena satu dan lain hal (akan dijelaskan lebih lanjut alasannya mengapa nanti dibawah).

Gula tidak bisa diproses karena sel tubuh yang “ngadat” ini.

Semua gula yang tersisa dalam darah – yakni gula darah – akan diubah oleh insulin jadi lemak dan menyimpannya dalam berbagai bagian dalam tubuh.

Kadar gula dalam darah pun akhirnya turun, sel tubuh “kosong” tidak berenergi, tubuh memerintahkan otak untuk cari lagi sumber energi dalam bentuk makanan yakni dalam bentuk rasa lapar.  Insulin yang sudah menyelesaikan tugasnya pun mulai menghilang dari tubuh/darah.

Kembali lagi ke proses awal diatas.

Solusi Dokter untuk Pasien Diabetes

Memahami bahwa dalam proses metabolisme diperlukan insulin untuk memproses gula darah, maka dokter umumnya akan memberikan insulin tambahan untuk membantu tubuh pasien diabetes dalam memproses gula darah.  Ada anggapan bahwa mengapa gula darah “tersisa” dalam tubuh disebabkan oleh karena kurangnya kadar insulin – jadi cukup masuk akal untuk menambahkan lagi insulin yang kurang tadi.

Namun apakah ini metode yang tepat?

Pemberian insulin secara terus menerus ini ibaratnya berteriak-teriak di telinga sel tubuh yang “budeg”, berharap kalau bisa terdengar.  Bahkan jika sudah amat sangat memaksakan juga, bukan hanya berteriak namun juga sudah menusuk/membuat lubang pada telinga agar perintah insulin bisa terdengar oleh sel tubuh.

Sel tubuh yang sedang dalam kondisi “macet” dan dipaksakan untuk terus menerus menerima insulin, lama kelamaan membran nya (lapisan “tembok” terluar dari sel) akan rusak, akan hancur.  Tentu jika membrannya rusak dan hancur, dengan sendirinya sel tersebut juga akan rusak/hancur/mati.  Sel-sel tubuh yang mulai rusak dan hancur dalam jumlah besar ini akan mulai terlihat pada pasien diabetes dalam bentuk bagian-bagian tubuh yang membusuk, yang sulit sembuh ketika mengalami luka dan lain sebagainya.  Lama kelamaan akan ada organ-organ tubuh yang “putus” atau “copot“, mirip seperti yang dialami oleh pasien penyakit lepra/kusta.

Catatan:  bahkan tanpa tambahan insulin dari dokter pun jika kondisi diabetes ini terus dibiarkan, lama kelamaan sel tubuh Anda akan mulai rusak seperti yang telah dijelaskan diatas

Jadi sekali lagi – apakah dengan “memaksakan” tubuh dengan jumlah insulin berlebihan merupakan jawaban atas sakit diabetes?

Seperti yang sudah dijelaskan tadi diatas, proses metabolisme gula darah ini “macet” di titik sel tubuh yang “budeg””, yang “ngambek” atau “ngadat”.

Pertanyaannya sekarang, macetnya itu kenapa?  Budeg atau ngambek nya itu mengapa?

Hal inilah yang seringkali tidak diakui oleh banyak dokter medis di luar sana.  Mereka akan menjelaskan (atau lebih tepatnya, beralasan) bahwa hal ini disebabkan karena genetik/keturunan, atau karena tubuh kita jarang bergerak/malas olahraga, atau sekedar hanya makan makanan karbohidrat berlebihan sehingga tubuh tidak lagi mampu mencerna dan lain sebagainya.

Saya akan berikan langsung jawabannya kepada Anda mengapa sel tubuh ini “macet” atau “ngadat”.  Terserah apakah Anda akan mempercayai saya atau tidak, dan jika Anda yang sedang membaca artikel ini adalah seorang dokter medis – Anda mungkin akan menganggap saya sok tahu dan lain sebagainya.  Tidak apa.

Dalam proses metabolisme gula darah menjadi energi, sel tubuh membutuhkan beberapa bahan lain untuk bisa mengubah glikogen atau glukosa menjadi energi.  Ada banyak sebenarnya, namun yang paling terutama adalah mineral Chromium dan mineral Vanadium.

Hah?  Apaan tuh Chromium?  Apaan tuh Vanadium? Gak pernah denger saya nya…

Betul.  Anda dan saya punya reaksi yang sama ketika pertama kali mendengar tentang 2 jenis mineral ini.  Tentu kalau dengar dan tahu saja enggak, apalagi mengkonsumsi nya, ya kan?  Nah, kalau dikonsumsi saja tidak, tentu masuk akal kalau dikatakan Anda mengalami kekurangan/defisiensi dari kedua mineral ini, bukan?

Padahal kedua jenis mineral ini sangat penting dan essensial dalam proses metabolisme gula darah menjadi energi!

Dengan kata lain, sakit diabetes bukanlah sakit karena Anda kelebihan makan.  Atau kurang olahraga/bergerak.  Atau karena keturunan.

Sakit diabetes adalah semata-mata sakit yang ditimbulkan karena defisiensi (kekurangan) nutrisi mineral Chromium dan Vanadium!

Ah masa iya sih?

Lho, kalau Anda defisiensi (kekurangan) Vitamin C, Anda akan sakit sariawan.

Kalau Anda defisiensi (kekurangan) mineral Yodium, Anda akan sakit gondok.

Kalau Anda defisiensi (kekurangan) Vitamin B, Anda akan sakit beri-beri.

Lantas, kenapa kalau dikatakan Anda defisiensi (kekurangan) nutrisi mineral Chromium dan Vanadium dan lalu Anda menderita sakit diabetes (dan atau juga kegemukan/obesitas), Anda tidak bisa percaya?

Sekali lagi, saya serahkan kepada Anda, apakah mau mempercayai saya atau tidak.

Jika tidak mau mempercayai saya dan Anda mau menyerahkan pengobatan sakit diabetes Anda kepada dokter Anda, itu sepenuhnya hak Anda.

Namun dibawah ini saya akan jelaskan bagaimana Anda bisa menyembuhkan diri dari sakit diabetes (dan atau juga kegemukan/obesitas) dalam waktu kurang dari 2 bulan:

Pengobatan Diabetes yang Benar

Sakit diabetes bisa disembuhkan.  Dokter Anda mungkin akan mengatakan bahwa sakit diabetes tidak bisa disembuhkan, hanya bisa di-manage saja.  Sekali lagi, terserah Anda.  Kalau Anda mau menghabiskan sisa hidup Anda dengan sakit diabetes dan mempercayai dokter Anda, itu sepenuhnya hak Anda.  Namun disini saya menawarkan alternatif dimana Anda bisa sepenuhnya bebas dari sakit diabetes.

Lakukan langkah-langkah berikut untuk 2 bulan (8 minggu ke depan), jika Anda mau sembuh dari sakit diabetes:

  1. Batasi asupan karbohidrat Anda.  Karbohidrat adalah jenis nutrisi yang akan memicu kadar gula darah (dan kadar insulin dalam darah) menjadi tinggi dalam waktu singkat.  Makanan terbaik yang bisa Anda makan dalam proses penyembuhan sakit diabetes adalah (diurutkan dari yang terbaik hingga yang tidak terlalu baik):
    1. Lemak sehat, yakni kelapa, alpukat, telur dan lain-lain.  Lemak sehat tidak akan memicu naiknya gula darah dan insulin menjadi tinggi dalam waktu singkat.  Gula darah dan insulin Anda akan meningkat secara perlahan setelah Anda makan makanan yang banyak mengandung lemak sehat.  Khusus untuk telur, mungkin ada yang pernah mengatakan mengkonsumsi telur dalam jumlah banyak bisa mengakibatkan sakit kolesterol tinggi.  Saya tidak bisa menjelaskan nya secara lengkap pada artikel ini (artikel ini kan tentang sakit diabetes, bukan tentang telur/kolesterol).  Untuk saat ini, yang bisa saya katakan adalah konsumsilah telur tebus atau telur setengah matang 2-3 butir perhari, konsumsilah lengkap baik kuning telur nya maupun putih telurnya.  Jangan konsumsi telur goreng.
    2. Protein, seperti daging ayam dan ikan.  Ikan adalah salah satu jenis makanan terbaik untuk membantu kesembuhan dari sakit diabetes.  Sama seperti diatas, konsumsilah daging-dagingan atau sumber protein dengan cara direbus dan bukan digoreng.
    3. Karbohidrat kompleks, atau makanan karbohidrat dengan tingkat indeks glikemik rendah.  Contohnya adalah singkong rebus, talas rebus, atau kentang rebus.  Sekali lagi, makanan-makanan ini tidak boleh dikonsumsi dengan cara digoreng.
  2. Hentikan untuk mengkonsumsi 12 jenis makanan berbahaya.
  3. Dapatkan asupan chromium dan vanadium.  Chromium bisa Anda dapatkan/beli dalam bentuk supplemen, dosisnya antara 200 mcg hingga 600 mcg per hari dan konsumsi ini selama 8 minggu.  Jika Anda tidak punya cukup budget untuk bisa membeli supplemen Chromium, Anda juga bisa mendapatkan asupan Chromium dalam berbagai sayuran, utamanya adalah brokoli.  Konsumsilah setidaknya 7-8 gelas brokoli rebus setiap harinya selama 8 minggu.  Sedangkan Vanadium ada banyak terdapat pada lada hitam.  Dosis nya tidak ada ketentuan, namun saya sarankan Anda untuk menggunakan 1/2 hingga 1 sendok teh lada hitam bubuk setiap kali Anda makan.  Lakukan ini selama 8 minggu.
  4. Walau tidak harus, namun menambahkan asupan omega 3 (minyak ikan) juga akan sangat membantu dalam proses penyembuhan dari sakit diabetes.  Dosisnya?  Tidak ada dosis yang pasti sebenarnya.  Makin banyak makin baik.  Namun jika Anda ragu, konsumsi lah 2-3 butir supplemen omega 3 dengan kadar 1000 mg per kapsulnya per hari, atau makan ikan minimal 2-3 kali dalam seminggu.

Catatan: Anda hanya perlu melakukan pola makan seperti diatas ketika Anda masih menderita diabetes.  Jika Anda sudah sembuh, pada dasarnya Anda bebas untuk makan apa saja (kecuali 12 makanan berbahaya) dan mengubah pola makan Anda sesuai kebutuhan/selera Anda

Ketika Anda kekurangan Chromium (dan Vanadium, namun utamanya adalah Chromium), tubuh Anda akan mengirimkan sinyal berupa rasa lapar yang berlebihan.  Tubuh Anda paham bahwa dia membutuhkan sesuatu, namun tidak tahu apa yang dia butuhkan (yakni Chromium ini).  Maka secara alami tubuh yang kekurangan Chromium akan lapar terus menerus, seperti yang sudah dijelaskan pada bagian tentang siklus setan tak berkesudahan diatas.

Sebaliknya, ketika tubuh Anda terpenuhi kebutuhannya akan Chromium, maka gejala awal yang akan Anda rasakan adalah rasa lapar yang berkurang.  Anda tidak akan sebentar-sebentar merasa lapar, dan ketika makan pun tidak akan makan terlalu banyak seperti biasanya.

Tahap berikutnya, ketika tubuh mulai menyerap Chromium dan menggunakannya dalam proses metabolisme, maka sel tubuh mulai akan melakukan proses pembakaran gula seperti biasanya.  Jadi yang akan mulai Anda rasakan antara lain rasa lelah/lemas/pusing yang mulai berkurang serta tubuh yang mulai lebih bergairah dan berenergi lagi.

Terakhir, ketika proses metabolisme gula menjadi energi sudah benar-benar lancar, maka baik kadar gula puasa maupun kadar gula sesaat Anda ketika di tes akan normal (dibawah 100mg/dL).  Pada saat itulah Anda bisa dinyatakan sudah bebas dari penyakit diabetes ini.

Sekian penjelasan saya tentang Penyebab dan Cara Menyembuhkan Sakit Diabetes, semoga bisa membantu banyak penderita sakit diabetes di luar sana.  Amin.

Postingan Terkait

Suka dengan postingan ini? Share ke teman-teman Anda!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar/Pertanyaan Saya:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!